RINGKASAN METODE PENELITIAN BAB II - BAB VI
RINGKASAN METODE PENELITIAN BAB II-BAB VI
BAB II. PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.
Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif
1. Cara samplingnya berlandaskan pada asas random.
2. Instrumen sudah dipersiapkan sebelumnya dan di lapangan tinggal pakai.
3. Jenis data yang diperoleh dengan instrumen-instrumen sebagian besar berupa angka atau yang diangkakan.
4. Teknik pengumpulan datanya memungkinkan diperoleh data dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat.
5. Teknik analisis yang dominan adalah teknik statistik.
6. Sifat dasar analisis penelitian deduktif dan sifat penyimpulan mengarah ke generalisasi.
Kelebihan Metode Kuantitatif:
1. Dapat digunakan untuk menduga atau meramal
2. Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan.
3. Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau lebil variabel
4. Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah model.
Kekurangan Metode Kuantitatif:
1. Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi)
2. Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
3. Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi atau sampelnya sama.
4. Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya sedikit.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.
BAB III. RUMUSAN MASALAH, VARIABEL DAN PARADIGMA PENELITIAN KUANTITATIF.
Rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-peryataan apa saja yang ingin kita cari jawabannya. Dapat dinyatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan spesifik mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti.
Variabel Penelitian
Variabel Penelitian adalah suatu atribut, nilai/ sifat dari objek, individu/kegiatan yang mempunyai banyak variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari informasinya serta ditarik kesimpulannya.
Macam – macam Variabel:
1. Variabel Independen
2. Variabel Dependen
3. Variabel moderator
4. Variabel intervening
5. Variabel kontrol.
Paradigma Penelitian
Paradigma adalah cara pandang atau melihat sesuatu yang hidup dalam diri seseorang dan mempengaruhi orang tersebut dalam memandang realitas sekitarnya. Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori yang dikonstruksi sebagai suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari.
Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variabel diperlukan guna menentukan jenis dan indikator dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini. Disamping itu, operasionalisasi variabel bertujuan untuk menentukan skala pengukuran dari masing-masing variabel, sehingga pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu dapat dilakukan dengan tepat.
IV. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
A. Esensi Ilmu
Ilmu yang akar katanya berasal dari bahasa Arab, ‘aliiman berarti pengetahuan. Ilmu merupakan hasil olah fikir manusia secara mendalam sehingga menghasilkan suatu konsep ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ilmu merupakan salah satu dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia, karena ilmu sangatlah penting di dalam kehidupan manusia. Jika manusia tidak memahami akan pentingnya ilmu maka akan berdampak negative bagi diri sendiri maupun orang lain.
B. Defenisi teori
Teori diperlukan karena dianggap penting dalam menganalisis sebuah fenomena atau kejadian yang terjadi sampai masalah yang dihadapi peneliti bisa diuraikan dan dijelaskan. Teori adalah prinsip-prinsip yang berlaku secara universal atau umum dari bidang keilmuan maupun pengetahuan yang berlainan dengan kondisi praktis. Sehingga teori ialah pendapat atau pernyataan secara empiris dari sebuah fenomena yang disepakati bersama.
C. Arti Penting Teori Dalam Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan harus sudah jelas, karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang akan diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis, dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai.
Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, maka fungsi teori yang pertama digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau konstruk variabel yang akan diteliti. Fungsi teori yang kedua adalah untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat prediktif. Selanjutnya fungsi teori yang ketiga digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dan upaya pemecahan masalah.
D. Kerangka Pikir
Menurut Sekaran, “kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting”. Jadi, sesuai pernyataan tersebut, kerangka berpikir merupakan sebuah pemahaman yang mana pemahaman ini menjadi dasar dan pondasi bagi pemikiran selanjutnya dan ini merupakan suatu proses dari jalannya suatu penelitian yang akan dilakukan. Dikatakan baik sebuah kerangka berpikir apabila mampu menjelaskan hubungan antar variabel yang sedang diteliti oleh peneliti.
E. Hipotesis
1. Pengertian Hipotesis
Secara etimologis atau bahasa kata hipotesis, berasal dari kata “hypo”, yang artinya “dibawah” dan “thesa”, yang artinya “kebenaran”. Jadi hipotesis secara etimologis berarti kebenaran yang masih diragukan.
menurut Boedi Abdullah dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Ekonomi Islam menjelaskan bahwasanya hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
2. Jenis Hipotesis
a. Hipotesa kerja, yaitu jawaban sementara “yang sebenarnya” yang merupakan sintesis dari hasil kajian teoritis. Hipotesa kerja biasanya disingkat H1 atau Ha.
b. Hipotesa nol atau hipotesa statistik, merupakan lawan dari hipotesis kerja dan sering disingkat Ho.
Ditinjau dari proses pemerolehannya, dibedakan menjadi:
1. Hipotesis induktif, yaitu hipotesa yang dirumuskan berdasarkan pengamatan untuk menghasikan teori baru (pada penelitian kualitatif).
2. Hipotesis deduktif, merupakan hipotesa yang dirumuskan berdasarkan ilmiah yang telah ada (pada penelitian kuantitatif).
Ditinau berdasarkan bentuknya yaitu :
1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis Deskriptif adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang bersifat deskriptif atau persamasalahan yang berhubungan dengan variabel tunggal.
2. Hipotesis Komparatif
Hipotesis Komparatif adalah sebuah dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang sifatnya untuk menjawab pertanyaan perbandingan atau komparasi antara 2 variabel.
3. Hipotesis Asosiatif
Hipotesis Asosiatif adalah sebuah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang didalamnya untuk menjawab pertanyaan adakah hubungan antara dua variabel penelitian.
Awal terbentuknya hipotesis dalam sebuah penelitian biasanya diawali atas dasar terkaan atau conjecture peneliti. Meskipun hipotesis berasal dari terkaan, namun sebuah hipotesis tetap harus dibuat berdasarkan paca sebuah acuan, yakni teori dan fakta ilmiah.
BAB V PULASI DAN SAMPEL
1. Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa inggris yaitu population, yang berarti jumlah penduduk. Dalam metode penelitian kata populasi di gunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa, manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, niali, peristiwa, sikal hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
2. Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian daei populasi yang di harapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. alasan-alasan penelitian di lakukan dengan mempergunakan sampel, yaitu:
1. Ukuran populasi
2. Masalah biaya
3. Masalah Waktu
4. Percobaan yang sifatnya merusak
5. Masalah Ketelitian
6. Masalah ekonomis
C. Teknik Sampling
Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel yang secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.
Beberapa rumus untuk menetukan jumlah sampel antara lain :
1. Tabel isaac dan michael
2. Rumus slovin
3. Samling purposive
4. Sampling jenuh
5. Snowbal sampling
BAB VI. PENGUMPULAN DATA
A. Pengertian Data
Data (tunggal datm) adalah bahan keterangan tentang suatu objek penelitia yang diperolrh dilokasi penelitian. Definisi data sebenarnya mirip dengan informasi, tetapi hanya saja informasi lebih lebih ditonjolkan segi pelayanan, sedangkan data lebih menonjolkan aspek materi.
Selain data, ada juga pemahaman lain yang mirip dengan data yaitu fakta (fact). Biasanya orang sering menggunakan dua istilah in dalam satu penjelasan yang sama, padahal masing-masing punya konsep yang berbeda. Dalam penelitian kuantitatif konsep fakta menuju pada sebuah peristiwa yang tidak dapat dibawa pulang oleh peneliti. Fakta sesumgguhnya adalah milik objek [eneliti yang relatif tidak dapat dipisahkan dari objek penelitian itu sendiri. Hal yang dapat dibawa pulang oleh peneliti hanyalah data. Data dikonsepkan segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan keterangna tentang suatu fakta dan fakta tersebut ditemui oleh peneliti di lokasi penelitian. Oleh karena itu, seorang peneliti adalah orang yang benar-benar mampu “menangkap” fakta serta bisa membawa pulang data hasil penelitian.
B. JENIS DATA SUMBER DATA
1. Jenis Data
Data subyek, yaitu jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian (responden).
Data fisik, yaitu jenis data penelitian yang berupa obyek atau benda-benda fisik yang menjadi bukti keberadaan atau kejadian pada masa lalu.
Dokumenter, yaitu jenis data penelitian yang antara lain berupa faktur, jurnal, surat-surat, notulen hasil rapat, memo, atau dalam bentuk laporan program yang memuat apa dan kapan suatu kejadian atau transaksi, serta siapa yang terlibat dalam suatu kejadian.
1. Sumber Data
Data primer (primary data)
Data sekunder (secondary data)
- Data internal yang berupa dokumen-dokumen akuntansi dan operasi yang dikumpulkan, dicatat dan disimpan di dalam suatu organisasi.
- Data eksternal yaitu berupa dokumen yang umumnya disusun oleh suatu entitas selain peneliti dari organisasi yang bersangkutan.
C. METODE/TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. PENELITIAN DATA PRIMER
a. Metode Survei (Survey Methods)
Metode survei merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaa lisan dan tertulis.
Wawancara (Interview)
Wawancara Tatap Muka
Wawancara Telepon
Kuisioner (Questionnaires)
Kuisioner merupakan dokumen yang berisi sejumlah pertanyaan yang dirancang untuk memperoleh informasi yang dapat dianalisis. Jika dalam wawancara pertanyaan yang diajukan peneliti secara lisan, maka dalam kuisioner pertanyaan diajukan dalam bentuk tulisan.
2. PENELITIAN DATA SEKUNDER
a. Memilih Metode Pengambilan Data
b. Metode Observasi